Ingin Turunkan Berat Badan?, Lupakan Diet dan Pantangan

Bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan, sekarang tak perlu repot lagi dengan menghindari makanan yang dianggap penyebab kegemukan. Diet atau pantang makanan tertentu hanya membuat Anda terpaksa melakukannya, karena Anda sebenarnya tidak menyukai makanan tersebut. Hal inilah yang kerap membuat Anda "relapse", alias balik mengonsumsi makanan yang lebih Anda sukai.
Itulah yang disampaikan oleh dr Tan Shot Yen, MHum, praktisi energy healing.

"Kalau Anda mengatakan diet atau pantang makanan tertentu, yang ada kemudian apa yang boleh dimakan dan apa yang tidak boleh dimakan. Akibatnya kita jadi enggak ikhlas (saat terpaksa tidak mengonsumsi makanan tertentu)," ujarnya. Menurut saya benar juga apa yang dikatakan beliau, terkadang ketika kita begitu menginginkan makanan tersebut dan ternyata kita sudah tau makanan tersebut merupakan pantangan, pasti kita akan mersa kesal dan melaksanakn diet pun tidak ikhlas.

Tidak berarti bahwa kita lalu boleh memakan segala jenis makanan. Pantang makanan tertentu harus tetap dilakukan, namun, "Jangan mengatakan 'Saya tidak boleh makan gorengan', tapi, 'Saya tidak mau makan gorengan'. Kita lah yang menentukan hidup kita sendiri," tukas Dr Tan, yang berpraktek di Dr Tan Wellbeing Clinics & Remanlay Special Need's Health, BSD City ini.

Pada dasarnya, ada tiga golongan makanan yang menurutnya harus dihindari,yaitu:



1. Gula, termasuk di dalamnya gula pasir, gula merah, madu, kecap manis, saus tomat. Selama rasa manis itu bersifat buatan, gula memberikan efek buruk bagi kesehatan. Konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah. Selain membuat gemuk, naiknya gula darah juga membuat insulin ikut naik. Akibatnya, hormon eikosanoid yang buruk pun melonjak. Inilah yang menyebabkan terjadinya pengentalan darah, atau penyempitan pembuluh darah.

Sebaiknya Anda mengonsumsi gula sederhana yang terdapat dalam buah-buahan dan sayuran, karena lambat diubah menjadi glukosa. Madu pun bisa dikonsumsi, asal memilih jenis madu mentah yang warnanya tidak bening. Madu yang berwarna bening artinya sudah dipasteurisasi, sehingga mematikan enzimnya. Enzim diperlukan untuk membuat vitamin, mineral, dan hormon bisa bekerja.

2. Terigu, yang merupakan bahan baku antara lain mi, bihun, kwetiau, pasta, sereal, dan roti. Makanan yang berbahan dasar tepung memiliki indeks glisemik yang tinggi, yang akibatnya mudah mengacaukan gula darah jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Repotnya, kita memang cenderung makan banyak nasi atau mi, karena makanan ini membuat perut terasa kenyang. Enak-tidaknya perasaan ini dikendalikan oleh hormon dopamin, yang boleh dibilang merupakan hormon "penagih". Ketika merasa enak makan, kita cenderung ingin menambah secentong nasi lagi meskipun kita tahu hal itu tidak sehat. Nah, Anda tahu sendiri, naiknya gula darah bisa menjadi penyebab diabetes melitus tipe 2.

3. Beras, selain singkong, ubi, kentang, dan apa pun yang berfungsi memberi rasa kenyang. Dalam dua jam, kelompok makanan ini (bisa disebut karbohidrat, termasuk beberapa jenis sayuran) dicerna dan diubah menjadi gula. Gula yang tinggi dalam aliran darah menciptakan radikal bebas, dan selanjutnya menyebabkan kolesterol jahat (LDL) teroksidasi, dan menimbulkan plak endapan pada dinding pembuluh darah. Inilah awal peradangan tersamar yang mempercepat penuaan. Gejalanya? Gampang mengantuk, kurang konsentrasi, penglihatan dan pendengaran menurun, tulang cepat keropos, hingga rambut beruban....


(female.kompas)

Komentar

Pos populer dari blog ini